Tugas Esai
Tema : Literasi dalam wajah pendidikan di Indonesia
Sub Tema : Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat Indonesia dengan Pembiasaan Sejak Usia Dini
Seberapa banyak Pemuda Indonesia seusia kita yang begitu 'rakus' terhadap buku? Tidak banyak. Padahal negeri kita ini sesungguhnya membanggakan. Berdasarkan data UNESCO, tingkat literasi di Indonesia termasuk tertinggi di Asia Pasifik. Namun, apakah tingginya tingkat literasi juga berarti tingginya minat baca? Tidak juga. Lalu, bagaimana kondisi minat baca di Indonesia ? Menurut pembangunan pendidikan UNESCO, Indonesia berada pada urutan 69 dari 127 negara. Yang memiliki minat baca tinggi satu diantara seribu.
Ini menunjukkan bahwa sebenarnya Indonesia mampu,namun kurang minat menyentuh buku. Jangankan warga yang tak sekolah, yang sedang atau telah menempuh pendidikan dasar, menengah dan tinggi saja masih banyak yang sungan untuk membuka lembaran-lembaran buku yang katanya gudang ilmu. terutama dikalangan para pelajar yang telah di telan arus globalisasi, sekarang lebih suka bergelut di media sosial atau browsing di internet hanya untuk mencari hiburan semata, seperti chatting dengan teman di sosmed. Mengapa hal ini terjadi? kita tidak terbiasa. Minat baca itu sama saja dengan makan sayur, jika kebiasaan tidak di tumbuhkan sejak dini akan sulit untuk di tanamkan saat beranjak dewasa. Bukannya tidak bisa hanya saja tidak mudah dan perlu usaha ekstra.
Bicara soal membiasakan usia anak-anak( 6-12 tahun) adalah waktu yang tepat untuk membiasakan sesuatu terhadap anak tersebut untuk menumbuhkan kebiasaan membaca. Usia 6-12 tahun merupakan usia emas bagi anak-anak karena pada usia ini anak memiliki tingkat daya serap yang sangat cepat, yang dapat memengaruhi banyak aspek seperti perkembangan bahasa, daya tagkap, ras ingin tahu dan minat terhadap suatu hal. Minat baca harus benar-benar di tanamkan sejak dini adalah usia emas dalam hidup seseorang, dimana pendidikan awal di tanamkan.
Lalu pertanyaannya sekarang, bagaimana cara meningkatkan minat baca sejak dini melalui pembiasaan membaca? ada banyak faktor yang memengaruhi baik faktor internal dan eksternal. Ada pun faktor internal yaitu sebagai berikut:
1. Intelegensi
Kapasitas intilegensi merupakan salah satu faktor memprediksi prestasi belajar.
2. Usai
Semakin dini kebiasaan membaca di tanamkan makas kebiasaan yang di tanamkan akan semakin mengakar di dalam diri seorang individu.
3. Sikap
Ada hubungan positif dan signifikan antara minat baca dengan kemampuan memahami bacaan.
4. Kebutuhan psikologis
Dalam hal kebutuhan psikologis anak-anak lah sangat senang jika di beri hadian atau reward jika berhasil melakukan hal-hal tertentu. dalam hal ini peran orang tua sangat lah penting untuk meningkatkan minat baca seorang baca anak.
Faktor Eksternal dapat memengaruhi minat baca seseorang yaitu:
1. Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial berperan penting dalam meningkatkan minat baca yaitu seberapa banyak anak melihat buku atau orang di sekitanrya
2. Keluarga
Peran keluarga dalam meningkatkan minat dan kebiasaan membaca ialah sangat penting dan memdasar sekali. Keluarga adalah sarana yang tepat bagi persemaian watak, perilaku dan kecerdasan memingat seluruh anggotanya
3. Guru
Peran guru adalah bagaimana seorang guru dapat membiasakan muridnya membaca, misalnya dengan mewajibkan siswa membaca satu judul buku per bukan yang di pinjam dari perpustakaan dari sekolah.
Upaya-upaya yang dapat kita lakukan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca anak sejak dini yaitu:
1, Sediakan waktu luang untuk membacakan buku untuk anak anda setiap hari.
2. Kelilingi anak-anak anda dengan berbagai buku bacaan
3. Buatlah waktu membaca bersama keluarga.
4. Berikan dukungan kepada berbagai aktivitas membaca mereka.
5. Biasakan pergi ke perpustakaan
6. Perlu di perhatikan oleh orang tua, apakah mereka ada kesulitan dalam membaca.
7. Perlihatkan antusias anda saat anak membaca buku.
Sub Tema : Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat Indonesia dengan Pembiasaan Sejak Usia Dini
Seberapa banyak Pemuda Indonesia seusia kita yang begitu 'rakus' terhadap buku? Tidak banyak. Padahal negeri kita ini sesungguhnya membanggakan. Berdasarkan data UNESCO, tingkat literasi di Indonesia termasuk tertinggi di Asia Pasifik. Namun, apakah tingginya tingkat literasi juga berarti tingginya minat baca? Tidak juga. Lalu, bagaimana kondisi minat baca di Indonesia ? Menurut pembangunan pendidikan UNESCO, Indonesia berada pada urutan 69 dari 127 negara. Yang memiliki minat baca tinggi satu diantara seribu.
Ini menunjukkan bahwa sebenarnya Indonesia mampu,namun kurang minat menyentuh buku. Jangankan warga yang tak sekolah, yang sedang atau telah menempuh pendidikan dasar, menengah dan tinggi saja masih banyak yang sungan untuk membuka lembaran-lembaran buku yang katanya gudang ilmu. terutama dikalangan para pelajar yang telah di telan arus globalisasi, sekarang lebih suka bergelut di media sosial atau browsing di internet hanya untuk mencari hiburan semata, seperti chatting dengan teman di sosmed. Mengapa hal ini terjadi? kita tidak terbiasa. Minat baca itu sama saja dengan makan sayur, jika kebiasaan tidak di tumbuhkan sejak dini akan sulit untuk di tanamkan saat beranjak dewasa. Bukannya tidak bisa hanya saja tidak mudah dan perlu usaha ekstra.
Bicara soal membiasakan usia anak-anak( 6-12 tahun) adalah waktu yang tepat untuk membiasakan sesuatu terhadap anak tersebut untuk menumbuhkan kebiasaan membaca. Usia 6-12 tahun merupakan usia emas bagi anak-anak karena pada usia ini anak memiliki tingkat daya serap yang sangat cepat, yang dapat memengaruhi banyak aspek seperti perkembangan bahasa, daya tagkap, ras ingin tahu dan minat terhadap suatu hal. Minat baca harus benar-benar di tanamkan sejak dini adalah usia emas dalam hidup seseorang, dimana pendidikan awal di tanamkan.
Lalu pertanyaannya sekarang, bagaimana cara meningkatkan minat baca sejak dini melalui pembiasaan membaca? ada banyak faktor yang memengaruhi baik faktor internal dan eksternal. Ada pun faktor internal yaitu sebagai berikut:
1. Intelegensi
Kapasitas intilegensi merupakan salah satu faktor memprediksi prestasi belajar.
2. Usai
Semakin dini kebiasaan membaca di tanamkan makas kebiasaan yang di tanamkan akan semakin mengakar di dalam diri seorang individu.
3. Sikap
Ada hubungan positif dan signifikan antara minat baca dengan kemampuan memahami bacaan.
4. Kebutuhan psikologis
Dalam hal kebutuhan psikologis anak-anak lah sangat senang jika di beri hadian atau reward jika berhasil melakukan hal-hal tertentu. dalam hal ini peran orang tua sangat lah penting untuk meningkatkan minat baca seorang baca anak.
Faktor Eksternal dapat memengaruhi minat baca seseorang yaitu:
1. Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial berperan penting dalam meningkatkan minat baca yaitu seberapa banyak anak melihat buku atau orang di sekitanrya
2. Keluarga
Peran keluarga dalam meningkatkan minat dan kebiasaan membaca ialah sangat penting dan memdasar sekali. Keluarga adalah sarana yang tepat bagi persemaian watak, perilaku dan kecerdasan memingat seluruh anggotanya
3. Guru
Peran guru adalah bagaimana seorang guru dapat membiasakan muridnya membaca, misalnya dengan mewajibkan siswa membaca satu judul buku per bukan yang di pinjam dari perpustakaan dari sekolah.
Upaya-upaya yang dapat kita lakukan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca anak sejak dini yaitu:
1, Sediakan waktu luang untuk membacakan buku untuk anak anda setiap hari.
2. Kelilingi anak-anak anda dengan berbagai buku bacaan
3. Buatlah waktu membaca bersama keluarga.
4. Berikan dukungan kepada berbagai aktivitas membaca mereka.
5. Biasakan pergi ke perpustakaan
6. Perlu di perhatikan oleh orang tua, apakah mereka ada kesulitan dalam membaca.
7. Perlihatkan antusias anda saat anak membaca buku.
Sangat membatu teman
BalasHapusMantap om regar
BalasHapusSangat bagus kk
BalasHapusGood
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusBagus feb..tingkatkan ga
BalasHapusBagus feb
BalasHapusBagus feb
BalasHapusBaguss
BalasHapus