Contoh Narasi

1. Narasi Ekspositorik(Narasi Teknis)
           Narasi Ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam narasi ini,penlis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis,berdasarkan fakta yang ada,tidak memasukkan unsur sugestif atau bersifat objektif.

Contoh
         Pak Darma berusia 43 tahun,bekerja sebagai seorang petani di Kabanjahe,ibu Lala istrinya bekerja sebagai ibu rumah tangga di Kabanjahe. Pak Darma mempunyai lahan pertanian 5 hk,namun semua lahan ditanami dengan kopi. Pak |Darma menjadi petani yang kaya raya dan hidup serba kemewahan. Namun saat harga kopi merosot,pak Darma terlihat murung dan bingung memikirkan biaya hidup keluarganya,karena sudah terbiasa dengan hidup mewah,anak-anak pak Darma menjadi manja dan sombong.
        Pada malam hari pak Darma menerima telepon dari anaknya yang sulung yang sedang kuliah di Yogjakarta,anaknya meminta uang untuk biaya sehari-hari dan untuk membayar uang kuliah. Pak Darma mempunyai 4 orang anak,anak yang tertua berusia 20 tahun sedang kuliah di salah satu Universitas di Yogjakarta. Anak kedua berusia 17 tahun duduk di kelas 3 SMA,anak ketiga berusia 15 tahun duduk di kelas 3 SMP dan yang bungsu berusia 10 tahun duduk dikelas IV SD. Karena tidak sanggup memenuhi kebutuhan hidup yang semakin tinggi,belum lagi memikirkan biaya sekolah anak-anaknya,pak Darma mengalami depresi berat dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit jiwa.

2. Narasi Sugestif
          Narasi Sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suati maksud tertentu,menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.

Contoh
          Pada saat ujian semester,Roni sedang duduk diam menatap soal matematika yang ada didepan  matanya. Ia terpaku dan terdiam karena tidak bisa mengerjakan soal-soal itu. Dalam hati ia sangat menyesal,karena semalam ia menghabiskan waktu dengan bermain saja.
Tidak ada satupun soal yang dapat terpecahkan olehnya,meskipun kekuatan otaknya sudah dikerahkan. Terlintas dalam pikirannya dengan cepat untuk bertanya pada teman yang duduk disampingnya. Namun,rasa takut telah merayapi.

Komentar

Posting Komentar